Tag Archive: keluarga


Semoga tanya-jawab ini bisa memberikan hikmah kepada pembaca,,komentar saya yang utama: subhanalloh, betapa sabarnya muslimah ini, semoga kelak mendapatkan ganti yang jauh lebih baik,,amiin

Oleh: Muhammad Wasitho, Lc Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, ana seorang istri dengan 3 orang anak. Belakangan ini diketahui bahwa suami telah menikah lagi secara sirri dengan wanita yang dikenalinya lewat dunia maya. Ini adalah yang kedua kalinya setelah yang pertama dulu gagal (kenal di dunia maya, menikah sirri juga kemudian pisah). Terlepas dari apapun alas an pernikahan mereka, saya sempat member saran kepada suami setelah te … Read More

via ABU FAWAZ ASY-SYIRBOONY

Iklan

Asmus,,rumahku di perantauan

Satu tahun berlalu. Perjuangan yang terasa amat panjang. Aku pun kemudian merasa telah menemukan tempat ku mengistirahatkan kepenatan hatiku. Tempat ku mengisi bahan bakar api semangatku. ASMUS Istiqomah. Itulah rumahku di Malang. Sungguh indah kenangan disana. Saudari-saudariku itu, aku merindukan mereka. Aku tau surga indah di Malang itu dari Mbak Ca***. Beliau istri Ust A****, sepupu Ustadzahku di Sragen yang tinggal di Malang. Beliau sangaaat baik. Seperti kakak kandung saja, baru pertama kenal, aku sudah merasa sangat dekat dan nyaman. Beliau yang memberitahuku tempat2 indah di Malang. Tempat2 dimana aku bisa mengobati kerinduanku pada kampung halamanku. Majelis2 itu…

Akhir Juli 2006, aku memindahkan barang2ku ke Jalan Watu Gilang, tempat istana kedamaian itu berada. Aku masih ingat, betapa waktu itu ada seseorang yang akan jadi orang yang sulit ku lupakan
dalam hidupku. Mulai dari pertama aku bertemu dengannya. Aku masih ingat. Wajahnya ramah penuh perhatian. Waktu itu aku masih belum begitu merasakan betapa kasih sayangnya memenuhi hatinya dan siap diberikan kepada orang2 di sekelilingnya. Mbak De**. Meskipun ku tahu engkau senang jika akau menulis namamu dengan jelas disini, namun aku ingin tetap menjaga privasimu. :-p
Mbak De** membawa kardus2 ku dan mengangkutnya ke ASMUS. Di sana aku sudah disiapkan kamar. Sederhana, namun bagiku itu luar biasa. Suasana yang kurindukan selama ini. Salam, tagur sapa, nasehat, kini sering kudengar. Lantunan Al-Qur’an, terkadang alunan nasyid, bahkan jeritan saudari2ku yang sedang bercanda,,,semua terdengar begitu indah di hatiku. Bahagia, sungguh bahagia. Kepindahanku membuat aku tidak betah di kampus. Aku jadi semangat untuk pulang. Jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan dulu aku lebih menganggap kampus adalah tempat tinggalku, rumahku. Tapi kini lain. Aku pulang dengan riang, karena ku tahu tempat yang kutuju bukanlah yang dulu.
ASMUS. Itulah tempat dimana aku banyak belajar. Aku mulai belajar memasak, karena di rumah itu ada giliran piket memasak. Pengalaman awal memasakku, agak hancur, hehe. Aku memasak sampai sekitar 7 jam. Setelah ketahuan sama mbak2, hihi, dibantuin deh. Disana aku juga belajar memahami dan berempati dengan orang lain. Belajar bersabar. Dan aku banyak belajar dari kebaikan2 saudari2ku disana, terutama Mbak De**.
ASMUS.Tempat dimana aku mendapat banyak kasih sayang. Di asmus ada Mb Gi**** yang jadi teman sekamar pertamaku. Ada Mb Yu** yang begitu penyayang. Ada Mb Yu** S** yang begitu menggemaskan. I miss u Mbak. Dan Ada Mbak De** tentu, yang hingga tulisn ini dibuat, beliau masih tinggal di sana. Begitu banyak cinta yang mbak De** berikan untukku. Aku masih ingat, tiap kali aku puasa sunnah, Mb De** selalu menyiapkan makanan berbuka untukku. Ya, aku tahu Mb De** juga melakukannya pada saudari2 yang lain, tapi tetap saja itu berkesan bagiku. Aku belajar darinya. Di sinilah aku mulai belajar mengerti arti persaudaraan. Arti menyayangi saudara. Aku malu, karena aku belum bisa seperti Mb De** yang selalu memperhatikan dan berempati kepada saudari2nya. Uhibbukifillah Mb De**.

Tahu acara “Masihkah Kau Mencintaiku”, bukan?. Terlepas dari rekayasa atau bukan, acara ini memang banyak digemari masyarakat. Beberapa hari lalu aku nonton. Dulu juga beberapa kali nonton, tapi kali ini terasa sangat beda. Kali ini kasusny bener2 bikin,,,,hiks hiks hiks…
Sebenarnya, gak enak juga sih lihat aib keluarga orang terbongkar kayak gitu. Sebagai sesama manusia, aku juga ikutan malu. Aku seringnya lihat kasus, dimana aku bersimpati pada si suami coz kebanyakan tuh yang bermasalah adalah istrinya. Tapi kali ini,

aku bener2 geram sama si suami. Geram..geram..geram…

Mbak G***, nama yang masih kuingat sampai sekarang. Cantik, dan begitu pendiam (waktu awal acara sih). Beliau disalah2kan sama suaminya gara2 tidak mau “disentuh” selama 3 bulan terakhir. Mbak G*** didesak dan dituduh dengan tuduhan yang menyakitkan dari pihak keluarga suami. Namun Mbak G*** tetap kalem, dan jawabannya hanyalah:”Keluarga kami baik-baik saja…”. Singkat cerita, tibalah saatnya Mas Helmi sebagai pembawa acara bertanya kepada Mbak G***, sebenarnya kenapa Mbak G*** tidak mau melayani suaminya??? Dan jawaban Mbak G***: “Saya tidak mau melayani jika masih ada beban berat di hati saya”. Kurang lebih begitu lah jawaban beliau. Acara pun masih berlangsung lama dan ribut antara kedua pihak keluarga. Saling menghujat dan menyalahkan.Sekali lagi, aku tak tahu apakah acara ini asli atau rekayasa. Aku hanya menanggapi apa yang mampu aku lihat. Dan jika ini asli, semoga Mbak G*** mendapatkan ganti yang lebih baik.
Oke, aku teruskan ceritanya. Atas desakan hampir semua orang yang aktif di studio, Mbak G*** pun akhirnya berbicara. “Pa, apa papa masih ingat sekitar setahun yang lalu, Baca lebih lanjut

Dear bidadariku,
Malam itu membuat separuh hidupku berubah, banyak yang berubah bahkan. Malam itu aku mengucapkan aqad nikah yang merubah hidupku, aqad yang kuucapkan hanya beberapa menit saja telah mengubah hidupku.
Alloh telah member bidadari yang akan menemani hidupku, yang akan menyemangati setiap langkahku dan yang telah menyelamatkanku dari neraka.
Wahai bidadariku, terimakasih telah mau menemaniku
Wahai bidadariku, kau telah mau hidup bersama walau kau tahu kau akan meninggalkan kehidupanmu yang lalu
Wahai bidadariku, kaulah permata yang dikirim Alloh untukku
Wahai bidadariku, mari kita melangkah bersama untuk menggapai ridhoNya
Wahai bidadariku, engkau adalah satu sayap yang diberikan ALloh kepadaku untuk melengkapi satu sayapku, supaya aku bisa terbang lebih tinggi dan lebih jauh lagi.
Wahai bidadariku, aku tahu engkau tidaklah sempurna, namun aku akan menerimamu seperti apa keadaanmu karena diriku juga tiada sempurna
Wahai bidadariku, engkau adalah penyejuk mataku
Wahai bidadariku, engkau memnegakkan aku ketika aku lemah
Wahai bidadariku, engkaulah permata terindah yang diberikan Alloh kepadaku
Wahai bidadariku, marilah melangkah menuju ridhoNya
Wahai bidadariku, hari esok akan dating pada kita dan kita akan melaluinya bersama untuk menggapai ridhoNya
Wahai bidadriku, marilah kita abdikan hidup kita untuk yang menciptakan kita
Wahai bidadariku, setiap langkah kita hendaklah menjadi pahala buat kita
Wahai bidadariku, marilah kita cintai Alloh diatas segala-galanya
Wahai bidadariku, jangan kau cintai aku melebihi cintamu pada yang menciptakan aku
Wahai bidadariku, ayolah kita langkah bersama menuju jannah Alloh nan kekal disana