Tag Archive: ilmu


Melihat diri sendiri

Seorang tokoh ulama besar sedang sakit dan mendekati ajal. Tokoh-tokoh lain dan orang-orang shaleh yang mengetahui keadaannya ingin menengoknya, tetapi sang tokoh melarang mereka semua menjenguknya. Hanya seorang yang terkenal bakhil – yang terlalu mencintai dunia dan dirinya sendiri – yang diperkenankan menengoknya. Hal ini membuat orang-orang heran dan sebaliknya, membuat si bakhil gembira bukan main. Karena menurutnya, ini merupakan bukti dan pertanda bahwa penilaian orang-orang selama ini membenci dan menjauhinya salah belaka. Kalau sikap terlalu mencintai dunia dan diri sendiri dianggap jahat, mengapa justru tokoh alim yang dekat dengan Tuhannya, yang sedang dalam keadaan kritis ini, mengizinkannya menjenguk pada saat orang-orang lain dilarang.
Setelah si bakhil masuk ke dalam kamar sang tokoh, barulah semuanmya
Di pembaringannya, sang tokoh berkata lirih kepada si bakhil, “Lihatlah ke kaca jendela itu! Apa yang kau lihat?”
Si bakhil melihat ke kaca jendela, kemudian berkata, “ Saya melihat langit biru dan awan berarak-arak, juga gunung nun jauh di sana.”
“Apa lagi?”
“Saya melihat juga pohon-pohonan dan burung-burung terbang di udara.”
“Apa lagi?”
‘Saya juga melihat banyak orang lalu lalang di jalan dan bergerombol-gerombol di tepi jalan.”
Sang tokoh tersenyum tipis, kemudian katanya, “Ya, melalui kaca jendela itu kau bisa melihat apa saja. Bisa melihat kebesaran Allah dalam alam semesta ciptaan-Nya.” Sang tokoh berhenti sejenak, baru kemudian – sambil menunjuk cermin besar di kamar itu – melanjutkan berkata,” Sekarang kau tengoklah cermin di sampingmu ! Apa yang kau lihat?”
“Aku hanya melihat wajahku sendiri,” Kata si bakhil.
“Nah, kau lihat sendiri,” Kata sang tokoh kemudian, “Kaca jendela ataupun cermin adalah sama-sama kaca. Bedanya, di belakang kaca cermin ada lapisan tipis yang Baca lebih lanjut

Iklan

Al-hakim dan lain-lainnya telah menyebutkan bahwa ada seorang ahli zuhud yang gampang mengada-adakan hadits-hadits tentang fadhilah Al qur’an serta surat-suratnya. Lalu ada yang bertanya kepadanya,” Mengapa engkau lakukan hal ini?”
Ahli zuhud menjawab,” Kulihat banyak orang yang berzuhud mengenai al-qur’an. Maka aku pun senang menganjurkannya kepada manusia.”
Penanya berkata,” Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,”Barang siapa membuat kedustaan atas diriku secara sengaja, maka ia akan menduduki tempat duduknya dari api neraka.”
Ahli zuhud berkata,”Aku tidak membuat kedustaan atas diri beliau. Tapi aku membuat kedustaan bagi diri beliau.”
Maksudanya, kedustaan atas diri beliau dapat menimbulkan kebinasaan atas kaidah-kaidah Islam, merusak syariat dan hukum. Tapi tidak begitu halnya dengan membuat kedustaan bagi diri beliau. Karena membuat kedustaan bagi diri beliau justru merupakan anjuran untuk mengikuti syariatnya dan menyelusuri jejaknya.
Syaikh Izzuddin Abdus salam berkata, “Ucapan adalah sarana untuk mencapai tujuan. Setiap tujuan yang terpuji memungkinkan dicapai dengan pembenaran maupun kedustaan. Tapi kedustaan adalah haram. Bila tujuan memungkinkan dicapai dengan pembenaran, maka Baca lebih lanjut