Tag Archive: cinta


Asmus,,rumahku di perantauan

Satu tahun berlalu. Perjuangan yang terasa amat panjang. Aku pun kemudian merasa telah menemukan tempat ku mengistirahatkan kepenatan hatiku. Tempat ku mengisi bahan bakar api semangatku. ASMUS Istiqomah. Itulah rumahku di Malang. Sungguh indah kenangan disana. Saudari-saudariku itu, aku merindukan mereka. Aku tau surga indah di Malang itu dari Mbak Ca***. Beliau istri Ust A****, sepupu Ustadzahku di Sragen yang tinggal di Malang. Beliau sangaaat baik. Seperti kakak kandung saja, baru pertama kenal, aku sudah merasa sangat dekat dan nyaman. Beliau yang memberitahuku tempat2 indah di Malang. Tempat2 dimana aku bisa mengobati kerinduanku pada kampung halamanku. Majelis2 itu…

Akhir Juli 2006, aku memindahkan barang2ku ke Jalan Watu Gilang, tempat istana kedamaian itu berada. Aku masih ingat, betapa waktu itu ada seseorang yang akan jadi orang yang sulit ku lupakan
dalam hidupku. Mulai dari pertama aku bertemu dengannya. Aku masih ingat. Wajahnya ramah penuh perhatian. Waktu itu aku masih belum begitu merasakan betapa kasih sayangnya memenuhi hatinya dan siap diberikan kepada orang2 di sekelilingnya. Mbak De**. Meskipun ku tahu engkau senang jika akau menulis namamu dengan jelas disini, namun aku ingin tetap menjaga privasimu. :-p
Mbak De** membawa kardus2 ku dan mengangkutnya ke ASMUS. Di sana aku sudah disiapkan kamar. Sederhana, namun bagiku itu luar biasa. Suasana yang kurindukan selama ini. Salam, tagur sapa, nasehat, kini sering kudengar. Lantunan Al-Qur’an, terkadang alunan nasyid, bahkan jeritan saudari2ku yang sedang bercanda,,,semua terdengar begitu indah di hatiku. Bahagia, sungguh bahagia. Kepindahanku membuat aku tidak betah di kampus. Aku jadi semangat untuk pulang. Jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan dulu aku lebih menganggap kampus adalah tempat tinggalku, rumahku. Tapi kini lain. Aku pulang dengan riang, karena ku tahu tempat yang kutuju bukanlah yang dulu.
ASMUS. Itulah tempat dimana aku banyak belajar. Aku mulai belajar memasak, karena di rumah itu ada giliran piket memasak. Pengalaman awal memasakku, agak hancur, hehe. Aku memasak sampai sekitar 7 jam. Setelah ketahuan sama mbak2, hihi, dibantuin deh. Disana aku juga belajar memahami dan berempati dengan orang lain. Belajar bersabar. Dan aku banyak belajar dari kebaikan2 saudari2ku disana, terutama Mbak De**.
ASMUS.Tempat dimana aku mendapat banyak kasih sayang. Di asmus ada Mb Gi**** yang jadi teman sekamar pertamaku. Ada Mb Yu** yang begitu penyayang. Ada Mb Yu** S** yang begitu menggemaskan. I miss u Mbak. Dan Ada Mbak De** tentu, yang hingga tulisn ini dibuat, beliau masih tinggal di sana. Begitu banyak cinta yang mbak De** berikan untukku. Aku masih ingat, tiap kali aku puasa sunnah, Mb De** selalu menyiapkan makanan berbuka untukku. Ya, aku tahu Mb De** juga melakukannya pada saudari2 yang lain, tapi tetap saja itu berkesan bagiku. Aku belajar darinya. Di sinilah aku mulai belajar mengerti arti persaudaraan. Arti menyayangi saudara. Aku malu, karena aku belum bisa seperti Mb De** yang selalu memperhatikan dan berempati kepada saudari2nya. Uhibbukifillah Mb De**.


Buat yg mau cari resep siomay, maaf deh, bukan disini tempatnya, hehe. Siomey ku ini beda. Dari ejaannya aja udah tidak biasa; Shio Mey. Ini shio Mey special,, tiada duanya di dunia. Mau tau apa specialnya?
Shio Mey ini punya karakter khusus, beberapa diantaranya:

– Rasanya selalu manis, meskipun kadang pedas namun malah menambah citarasanya, jadi siip banget.
– Penampilannya menarik, membuat aku lapar, ingin mencubit pipi tembemnya (sorry….:-P)
– Dia selalu ada ketika aku lapar, dan ketika aku kenyang dia tak ku buang, karena dia butuh aku untuk menghangatkan, biar tidak basi..

– Shio Mey satu ini tidak sombong. Kalo ada bumbu yang kurang pas, ia bersedia aku tambahin bumbu…

Dan masih banyak lagi kelebihan Shio Mey Kediri ini… dia yang memberiku kekuatan di saat aku lemas ‘kelaparan’…

Shio Mey Kediri ini punya sebutan lain… Meita Dewi Safitri… Dia bisa dibilang saudariku di Malang, keluargaku di Malang, , oh tidak, bukan cuma di Malang aja, dia Saudariku di dunia dan akhirat insya Alloh… Aku kagum dengan keteguhanmu, kehati-hatianmu, dan ketegasanmu… Kau begitu baik dan ramah, bahkan sampai SKSD (hehehe), but i like it… Aku belajar banyak hal darimu… Terimakasih dah mau menjagaku, menemaniku… Ku doa agar engkau memperoleh teman hidup terbaik, laki-laki yang sholih seperti yang kau impikan… Aku bersyukur dipertemukan denganmu ukhty…

Istiqomah dalam ketaqwaanmu ya ukhty… Uhibbukifillah…

Adalah engkau dia yang kurindu
Tuk menjadi bunga dihatiku
Menjadi peneduh kalbu
Diperjalananku

Tibalah waktu yang telah kurindu
Tuk selalu bersama denganmu
Tlah terbuka pintu itu
Akad tlah terucap sudah
Dinda marilah melangkah

Dinda temanilah aku di setiap detikku
Dengan doamu
Bila terpisahkan waktu
Tetaplah di sini di dalam hatiku

Ya Rabbi izinkanlah kami
Untuk terjaga selalu di jalan-Mu
Dinda doamu laksana pelepas dahaga
Di lelahnya jiwa Baca lebih lanjut

Tahu acara “Masihkah Kau Mencintaiku”, bukan?. Terlepas dari rekayasa atau bukan, acara ini memang banyak digemari masyarakat. Beberapa hari lalu aku nonton. Dulu juga beberapa kali nonton, tapi kali ini terasa sangat beda. Kali ini kasusny bener2 bikin,,,,hiks hiks hiks…
Sebenarnya, gak enak juga sih lihat aib keluarga orang terbongkar kayak gitu. Sebagai sesama manusia, aku juga ikutan malu. Aku seringnya lihat kasus, dimana aku bersimpati pada si suami coz kebanyakan tuh yang bermasalah adalah istrinya. Tapi kali ini,

aku bener2 geram sama si suami. Geram..geram..geram…

Mbak G***, nama yang masih kuingat sampai sekarang. Cantik, dan begitu pendiam (waktu awal acara sih). Beliau disalah2kan sama suaminya gara2 tidak mau “disentuh” selama 3 bulan terakhir. Mbak G*** didesak dan dituduh dengan tuduhan yang menyakitkan dari pihak keluarga suami. Namun Mbak G*** tetap kalem, dan jawabannya hanyalah:”Keluarga kami baik-baik saja…”. Singkat cerita, tibalah saatnya Mas Helmi sebagai pembawa acara bertanya kepada Mbak G***, sebenarnya kenapa Mbak G*** tidak mau melayani suaminya??? Dan jawaban Mbak G***: “Saya tidak mau melayani jika masih ada beban berat di hati saya”. Kurang lebih begitu lah jawaban beliau. Acara pun masih berlangsung lama dan ribut antara kedua pihak keluarga. Saling menghujat dan menyalahkan.Sekali lagi, aku tak tahu apakah acara ini asli atau rekayasa. Aku hanya menanggapi apa yang mampu aku lihat. Dan jika ini asli, semoga Mbak G*** mendapatkan ganti yang lebih baik.
Oke, aku teruskan ceritanya. Atas desakan hampir semua orang yang aktif di studio, Mbak G*** pun akhirnya berbicara. “Pa, apa papa masih ingat sekitar setahun yang lalu, Baca lebih lanjut