Category: Dietetik


Fenilketonuria mungkin masih asing di kalangan orang awam. Penyakit ini merupakan penyakit yang diperoleh seseorang dari ibunya sejak dalam kandungan. Fenilketonuria (PKU) yang memiliki nama lain Hyperphenilalaninemia atau Fenilpiruvat Oligofrenia, adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak memiliki enzim pengolah asam amino fenilalanin sehingga menyebabkan kadar fenilalanin yang tinggi di dalam darah, yang berbahaya bagi tubuh yaitu toxin (racun) bagi otak.
Dalam keadaan normal, fenilalanin diubah menjadi tirosin dan dibuang dari tubuh. Tanpa enzim phenilalanin hidroksilase, fenilalanin akan tertimbun di dalam darah dan merupakan racun bagi otak, menyebabkan keterbelakangan mental.
Pada bayi, kehadiran PKU perlu diwaspadai untuk mencegah kerusakan otak sehingga keterbelakangan mental dapat dihindari. Pada bayi yang baru lahir biasanya tidak ditemukan gejala PKU. Berikut adalah gejala yang dapat diamati pada buah hati anda:

* Terkadang bayi tampak mengantuk atau tidak mau makan.
* Bayi cenderung memiliki kulit berwarna terang, rambut pirang dan mata biru, oleh karena rendahnya tirosin menyebabkan rendahnya pigmen melanin.
* Beberapa bayi mengalami ruam kulit yang menyerupai eksim

Apabila penyakit ini tidak segera terdeteksi dan diobati maka bayi akan segera mengalami gangguan mental, gangguan perkembangan dan kerusakan otak yang irreversibel (tidak dapat kembali seperti semula).

Apabila buah hati anda kini sudah beranjak pada usia anak-anak maka anda tetap harus mengamati perkembangannya karena gejala PKU yang tidak terdiagnosis awal juga bisa mulai tampak pada anak-anak. Berikut adalah tanda-tandanya:

* kejang
* mual dan muntah
* perilaku agresif atau melukai diri sendiri
* hiperaktif
* gejala psikis (kadang-kadang)
* bau badannya menyerupai tikus (keton) karena di dalam air kemih dan keringatnya mengandung asam fenil asetat (hasil pemecahan fenilalanin)

Sayangilah buah hati Anda,, with love and care. . . ^.^

Kanker. Tumbuhnya sel dengan amat cepat dan berbahaya. Proliferasi tak terkontrol. Datangnya si kanker bisa dari bahan kimia, faktor keturunan, virus, pola hidup, pola makan, ataupun pengaruh dari lingkungan. Bahan-bahan yang menyebabkan adanya resiko kanker biasa disebut karsinogen. Karsinogen memiliki elektron bebas (radikal bebas) yang tinggi yang mengikat DNA sel dan menyebabkan mutasi sehingga timbul kanker.
Kanker dapat ditangani dengan pembedahan, radioterapi, dan obat-obatan antikanker (antineoplastic drug). Para pengidap kanker sering kali merasakan nyeri hebat. Mereka rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan obat untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun, apakah Anda berfikir bahwa dengan mandapatkan obat maka mereka sudah bisa tenang???
Mungkin perlu Anda ketahui, obat-obatan antikanker (antineoplastic agents) memiliki efek membunuh semua sel yang tumbuh dengan cepat, sehingga penderita kanker yang menjalani terapi obat sering kali mengalami kerontokan rambut. Belum berhenti di situ,, obat-obatan antikanker bisa menekan sumsum tulang (BMS-Bone Marrow Suppression), menyebabkan anemia, thrombocytopenia (penurunan trombosit), dan leukopenia. Belum cukup berhenti di situ juga, obat-obatan antikanker bisa bersifat racun bagi nefron (ginjal), hepar (hati), jantung, dan syaraf. Dan yang hampir pasti, obat-obatan antikanker menyebabkan mual dan muntah, sehingga biasanya pasien juga diberi obat anti muntah (anti-emetic). Antineoplastic drug juga bereaksi dengan obat-obatan lain. Selain yang disebutkan di atas ada efek lain juga, yaitu merubah kondisi membran mukosa mulut menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga mengurangi nafsu makan (selain karena mual-muntah juga). Pada pemberian secara intravena (lewat pembuluh darah secara langsung) berisiko menyebabkan kerusakan jaringan, kehilangan fungsinya, infeksi, dan nekrosis.
Itulah. Mereka yang mengalami ujian semacam ini harus mengerahkan seluruh kekuatan kesabarannya. Tiap kali terapi pengobatan kanker mereka peroleh, mereka akan mengalami yang tak kalah tidak enaknya. Rasa mual, muntah, rambut rontok, dan mulut terasa tidak enak tentu sangat tidak nyaman. Belum ditambah efek yang lain; mereka juga akan kehilangan nafsu makan, diare, konstipasi, stomatitis/mucositis, alopecia, sensitif terhadap sinar/cahaya, sampai pada efek seksual.
Maka sekarang pantaslah kita merenung. Tubuh yang sehat haruslah disyukuri. Bisa makan dan minum dengan nikmat, bisa tidur dengan nyenyak, tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah.
Bagi para pengidap kanker. “Besarnya pahala itu sebanding dengan besarnya ujian”. Maka nasihat yang indah untukmu, “bersabarlah,,” karena balasan kebaikan yang besar akan Anda dapatkan jika Anda sabar. Tetaplah semangat, tetaplah berusaha, dan tetaplah berserah diri pada Yang Maha Menyembuhkan. Berusahalah dengan jalan yang diridhoiNya, maka pengorbanan Anda tidak akan sia-sia.