“Penelitian di Amerika, laki-laki yang mengonsumsi sedikitnya sepuluh porsi buah tomat yang dimasak dalam seminggu akan menurunkan risiko terkena kanker prostat sampai 45%
Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr dr H Sunaryo Hardjowijoto SpB, SpU-K: “Di Amerika pada tahun 2002 terdiagnosa sebanyak 189.000 penderita kanker prostat dan pada tahun yang sama diketahui terdapat sekitar 30.200 penderita meninggal dunia akibat kanker prostat. Itu sama dengan 10 kali jumlah korban runtuhnya WTC New York.”
Para peneliti di University of Manchester dan University of Newcastle menemukan bahwa menambahkan lima sendok makan pasta tomat pada makanan harian pada 10 sukarelawan dapat membantu menghindari kerusakan kulit dengan menyediakan perlindungan terhadap dampak sinar ultra-violet.

Licopersicum esculentum yang akrab kita panggil “tomat’, yang sudah dikenal oleh semua kalangan masyarakat, ternyata sangat kaya akan manfaat. Buah tomat mudah didapatkan bagi yangmudah mendapatkan (ya iya lah), sehingga manfaat buah ini dapat dirasakan bagi siapa saja yang mampu merasakan manfaatnya (he he he). Buah ini relatif murah dan mudah didapat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh hampir semua kalangan masyarakat.

Kandungan:
Likopen, vitamin A, vitamin C, mineral, serat, zat fitonutrien, asam klorogenat, asam p-kumarat, tomatin.
Likopen mempunyai rumus kimia C40H56 yang terdiri dari banyak ikatan rantai ganda yang saling berkonjugasi. Setiap ikatan rantai ganda mereduksi jumlah energi yang diperlukan untuk elektron bertransisi ke tingkat energi yang lebih tinggi, sehingga molekul dapat menyerap sinar tampak pada gelombang yang lebih panjang. Hal itulah yang menyebabkan likopen dapat menghasilkan warna merah. Warna merah ini dapat tereduksi bila likopen teroksidasi akibat proses pemanasan atau reaksi dengan asam. Struktur likopen sangat mendukung potensinya sebagai antioksidan. Struktur kimia likopen sangat berbeda dengan jenis karoteniod pada umumnya. Struktur likopen tidak dapat dikonversi menjadi vitamin A dan diketahui lebih efisien dalam menangkap radikal bebas dibandingkan dengan karetonoid lain. Kandungan likopen(mikrogram per 100 gram) pada berbagai produk tomat, yaitu: 3.700 pada tomat masak mentah, 6.200 pada saus tomat, dan 5.000-11.600 pada jus tomat.

Kandungan Gizi Tomat/100 g tomat masak (bukan tomat ”yang dimasak” lho):
Kalori 20 kal
Protein 1.0 g
Lemak 0.3 g
Karbohidrat 4.2 g
Kalsium 5 mg
Vitamin A 1500 SI
Viamin C 40 mg
Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan. Depkes (1979)

Manfaat:
Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu.
Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung.
Secara umum tomat juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, penangkal radikal bebas, mempunyai sifat antipiretik alias penurun demam, memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya, menghilangkan haus, antiseptik usus, pencahar ringan (laksatif), menambah nafsu makan dengan cara memperbanyak keluarnya air liur, merangsang keluarnya enzim lambung, dan melancarkan aliran empedu ke usus.

Likopen yang terkandung dalam tomat tidak hanya memberi warna merah pada buah tomat, namun likopen juga terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Likopen juga dilaporkan dapat mengatasi kanker lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Kehadiran likopen sangat bermanfaat untuk menghambat oksidasi yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Menurut Atanasova
(1997), likopen juga dapat menghambat pembentukan Nitrosamin penyebab kanker perut. Konsumsi likopen diyakini juga dapat meningkatkan kualitas seks dengan meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki struktur sperma, dan meningkatkan agresivitasnya. Dengan demikian, likopen otomatis dapat meningkatkan fertilitas seorang pria. Sebuah penelitian yang dilakukan di India terhadap 30 pasangan yang tidak subur membuktikan bahwa konsumsi likopen sebanyak 20 mg selama 3 bulan secara terus-menerus dapat meningkatkan jumlah sperma sebanyak 67 persen, memperbaiki struktur sperma sebanyak 63 persen, dan meningkatkan kecepatan sperma 73 persen. Likopen juga sangat bermanfaat bagi para lanjut usia (lansia). Likopen dapat mempertahankan fungsi mental dan fisik para lansia. Setelah masuk ke dalam aliran darah, likopen akan menangkap radikal bebas pada sel-sel tua dan
memperbaiki sel-sel yang telah mengalami kerusakan. Likopen juga diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dua kali lebih kuat dibandingkan betakaroten (β-karoten) dan sepuluh kali lipat lebih kuat dibandingkan vitamin E (α-tokoferol). Jadi reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik daripada vitamin A, C, E, maupun mineral lainnya. Sejumlah penelitian menghasilkan fakta bahwa kadar likopen dalam darah berpengaruh terbalik terhadap kadar gula darah. Artinya, semakin rendah kadar likopen darah, kecenderungan terjadi lonjakan kadar gula darah menjadi semakin mudah atau sebaliknya. Likopen memengaruhi resistensi hormon insulin, sehingga toleransi tubuh terhadap glukosa meningkat. Dengan meningkatkan konsumsi likopen, kelebihan kadar gula darah lebih mudah ditanggulangi. Dengan demikian, likopen dapat mencegah terjadinya diabetes melitus, yang belakangan ini merupakan penyakit yang kian marak di Indonesia.

Tomat dapat digolongkan sebagai sumber vitamin C yang sangat baik (excellent) karena 100 gram tomat memenuhi 20% atau lebih dari kebutuhan vitamin C sehari. Vitamin C memelihara kesehatan gigi dan gusi, mempercepat sembuhnya luka-luka, mencegah penyakit Scurvy (skorbut), serta menghindarkan terjadinya perdarahan pembuluh darah halus.
Selain itu, tomat juga merupakan sumber vitamin A yang baik (good) karena 100 gram tomat dapat menyumbangkan sekitar 10-20% dari kebutuhan vitamin A sehari. Vitamin A sangat diperlukan bagi kesehatan organ penglihatan, sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan dan reproduksi. Vitamin A dan C pada tomat juga berkhasiat sebagai antioksidan.
Asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker.
Tomatin di dalam tomat bersifat sebagai antiinflamasi (antiradang), yaitu dapat menyembuhkan luka dan jerawat, tomatin juga menghambat pertumbuhan jamur pada tubuh manusia.
Serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.

Pemanfaatan tomat:
Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Dr. Ida Gunawan, MS, dari FKUI menyarankan konsumsi tomat sebanyak 400-600 gram per hari. Cara terbaik yang disarankan untuk mendapatkan manfaat likopen secara maksimal adalah dengan mengukus tomat sekitar 5-10 menit
hingga kulit luarnya terkelupas. Setelah dikukus, tomat diblender kurang lebih 2,5 menit dan siap untuk disajikan. Berdasarkan hasil penelitian badan pangan dunia FAO-WHO, menunjukan bahwa kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat. Tomat yang dimasak atau dihancurkan dapat mengeluarkan likopen lebih banyak, sehingga mudah diserap tubuh. Likopen terdapat pada bagian dinding sel tomat, oleh karena itu proses pemasakan, pemotongan, ataupun pencincangan dapat mempertinggi ketersediaan biologis likopen dengan cara memecah dinding-dinding sel yang kukuh menjadi bagian-bagian yang lebih siap pakai, sehingga membuat likopen lebih mudah diambil. Sebagai tambahan, pemasakan tomat dengan minyak zaitun (olive oil) memudahkan tubuh menyerap likopen dengan lebih baik (Ahuja et al., 2003). Likopen akan lebih baik bila dikonsumsi bersama lemak yang cukup untuk membantu penyerapannya mengingat likopen bersifat larut di dalam lemak. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.

Buah tomat digunakan untuk mengatasi:
gangguan pencernaan seperti perut kembung, tidak nafsu makan, susah buang air besar (sembelit), sakit kuning, radang hati, radang saluran napas (bronkhitis), sesak napas (asma bronkhial), radang usus buntu, radang gusi, gusi berdarah, sariawan, ulkus lambung, wasir, tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol darah tinggi (hiperkolesterolemia), lemas akibat kadar glukosa darah rendah, demam, rasa haus, rematik, gout, dan memar akibat terbentur.

Cara pemakaian: Buah masak dimakan segar. Selain itu, bisa juga direbus dengan air secukupnya. Lumatkan sampai halus, lalu saring. Jika tidak menderita kencing manis (diabetes melitus), boleh ditambahkan gula pasir secukupnya. Minum setelah dingin.
Untuk,pemakaian luar, giling buah masak atau daun segar sampai halus. Bubuhkan ke tempat yang sakit, seperti kulit terbakar sinar matahari, jerawat, radang kulit, kurap, luka, dan borok kronis. Jus tomat juga bisa digunakan sebagai masker untuk mengencangkan dan melembutkan kulit wajah.

Contoh:
Kulit terbakar sinar matahari:
Cuci daun muda yang masih segar, lalu giling sampai halus. Balurkan pada kulit yang terbakar.

Wasir:
Rebus beberapa buah tomat yang sudah masak dalam minyak kelapa selama kira-kira sepuluh menit, lalu saring dengan sepotong kain. Setelah dingin, oleskan pada wasirnya.

Tekanan darah tinggi, mata merah:
Makan buah tomat segar sebanyak 1-2 buah pada waktu pagi hari, sewaktu perut kosong.

Memar akibat terbentur:
Tim jus tomat yang ditambah dengan air jahe, lalu minum setelah dingin.

Radang usus buntu, sakit kuning:
Minum jus tomat, sehari tiga kali, masing-masing satu cangkir. Tetap berkonsultasi dengan dokter.

Demam:
Cuci tomat masak (tiga buah), lalu potong-potong seperlunya. Lumatkan dalam setengah cangkir air masak dan satu sendok makan madu murni. Peras dan saring, lalu minum. Lakukan tiga kali sehari. Penderita diabetes melitus dilarang menambahkan madu murni agar kadar glukosa darah tidak meningkat.

Radang gusi, gusi berdarah:
Cuci buah tomat yang sudah masak, lalu makan mentah. Lakukan sehari dua kali, selama kurang lebih satu bulan.

Sariawan, ulkus di rongga mulut:
Potong-potong buah tomat yang sudah masak (dua buah), lalu masak dengan ikan segar. Setelah dingin, makan. Lakukan setiap hari selama 1-2 minggu sampai tampak perbaikan.

Meningkatkan nafsu makan:
Minum jus tomat satu jam sebelum makan.

Lemas karena kadar glukosa darah rendah:

Minum jus tomat segar.

Sumber:
http://www.susukolostrum.com
http://lifestyle.roll.co.id
http://www.indofamilyhealth.com
http://id.88db.com
http://www.gizi.net
http://budiboga.blogspot.com