Begitu maraknya berita ledakan gas cukup membuat saya deg-deg an sewaktu dinas di dapur. Namun ketakutan tersebut memang sudah seharusnya diatasi untuk menjaga kelangsungan hidup orang-orang di rumah ini :D karena takut dengan kemungkinan gas meledak bisa saja membuat seseorang takut memasak dengan kompor gas.

Berangkat dari keprihatinan (dan ketakutan) atas kejadian ledakan kompor gas yang marak baru-baru ini, saya berusaha mengumpulkan tips-tips aman menggunakan kompor gas. Sungguh disayangkan, pemerintah nampaknya kurang serius dalam sosialisasi mengenai cara aman menggunakan kompor gas (atau saya aja yang gak tau ya ? :P ),, ya sudahlah, lepas dari semua itu, kita memang sudah seharusnya berbagi informasi ini kepada masyarakat sekitar kita. Jadi, selepas membaca artikel ini, silakan saja di edit yang keren, kemudian di-print, dan pajang di papan pengumuman balai desa! Oke!

Inilah dia cara aman menggunakan kompor gas beserta tabung gasnya:

  1. Periksa kelengkapan dan bagian-bagian kompor gas yang sudah terpasang pada saat awal pemakaian:
    • Periksa hubungan selang karet saluran gas pada kompor dan regulator apakah tersambung sempurna.
    • Perhatikan kondisi selang apakah retak atau tidak (biasanya terjadi pada kompor yang sudah berusia lama).
  2. Sebelum menyalakan kompor gas, cium udara di sekitar kompor dan tabung gas untuk mendeteksi bila terdapat kebocoran gas.
  3. Gunakan regulator otomatis yang aman dan berlisensi yang secara otomatis menahan gas dari tabung dan hanya menyalurkan bila pemantik pada kompor dihidupkan, selain untuk menjaga selang tetap awet dari menahan tekanan gas bila kompor tidak digunakan.
  4. Gunakanlah regulator yang memiliki meteran. Regulator ini berfungsi mengatur tekanan gas dari tabung LPG dan pastikan regulator terpasang dengan benar, tekanan yang ideal pada kompor berada pada posisi low pressure, hindari tekanan yang melebihi kekuatan tabung karena resikonya bisa meledak.
  5. Bila ada suara mendesis atau tercium bau gas, itu tandanya regulator tidak baik kerjanya dan biasanya akibat seal karetnya yang tidak baik, coba ganti seal karetnya!
  6. Sewaktu memperbaiki regulator, kompor harus dalam keadaan mati.
  7. Membersihkan secara rutin bagian-bagian penting kompor:
    • Bersihkan bagian pada  tempat keluarnya api (burner). Hilangkan kotoran yang menyumbat lubang-lubang kecil dengan menggunakan kawat kecil atau jarum agar pijar api  merata secara melingkar dan berwarna biru sehingga memberikan panas yang optimal dan menghemat bahan bakar gas. Untuk mengetahui kompor yang kotor dan tersumbat, dapat dilihat timbulnya sedikit asap serta pijar api berwarna merah.
    • Bersihkan juga bagian badan kompor lainnya untuk menghindari terjadinya kerak dan bau amis. Gunakan kain basah dan sabun lalu keringkan dengan lap. Pada kompor yang memiliki panggangan, gunakan spon dan air sabun agar tidak merusak lapisan teflon. Biasakan juga membersihkan dudukan plat bagian atas
      setiap selesai memasak dengan menggunakan lap basah.
    • rendam besi kompor dalam air panas yang telah dicampur sabun cuci cair atau karbol. Gunakan sikat plastik untuk bagian yang bergerigi agar mudah dijangkau.
  8. Untuk menghemat gas, jangan gunakan api terlalu besar, atur besarnya pijar api maksimal 1/3 dari luas bidang permukaan alat masak agar pemanasan optimal. Hindari juga pemanasan yang terlalu lama, segera matikan kompor bila sesuatu yang dimasak sudah mendidih atau dirasa sudah matang lalu pindahkan alat masak dari atas kompor ke tempat lain untuk menghindari pemanasan yang terus menerus pada kompor.
  9. Upayakan pemakaian kompor gas sekaligus dalam satu waktu secara bersamaan. Maksudnya bila kita akan memasak/memanaskan lebih dari satu masakan, jangan matikan kompor tapi langsung bergantian memanaskan masakan lainnya. Untuk ini, siapkan terlebih dahulu masakan–masakan yang akan dipanaskan.
  10. Pilihlah tabung gas yang masih dalam keadaan baik, minimal 80 % permukaan tabung LPG masih tertutup cat, sedikit karat bagian tabung masih diijinkan asal tidak terlalu dalam. Tabung yang bagian bawahnya berkarat sebaiknya dihindari karena lebih kritis terhadap kebocoran. Jangan lupa perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Bila ragu coba masukan tabung gas ke dalam air. Bila ada gelembung udara keluar dari tabung gas, berarti ada kebocoran dari tabung tersebut. Atau dengan menggunakan air sabun, kemudian air sabun tersebut di oleskan ke bagian erarna merah / sambungan las / ujung kuningan. Apabila timbul gelembung, maka dapat dipastikan bahwa tabung tersebut mengalami kebocoran. Segera lakukan penukaran tabung.
  11. Berat tabung yang penuh harus sesuai jumlah berat tabung kosong ditambah berat isi gas Elpiji yaitu 8 kg ( berat tabung kosong 5 kg, isi gas Elpiji 3 kg). Informasi berat kosong dan isi gas Elpiji tertera pada tabung Elpiji. Timbanglah tabung Elpiji sebelum membeli untuk memastikan konsumen mendapatkan tabung dengan volume yang tepat.
  12. Periksa gelang atau cincin karet karena meski ukurannya kecil perannya sangat besar. kalau perlu saat beli tabung gas minta stok karet kecil buat cadangan.
  13. Pastikan selang masuk sedalam mungkin untuk mencegah kebocoran.
  14. Habiskan LPG dalam tabung sebelum menukarnya dengan tabung penuh. Fakta yang ada sekitar 20 % tabung LPG yang kembali ke perusahaan isi ulang ternyata masih tersisa, bisa jadi tabung yang hanya berisi gas tidak punya cukup tekanan untuk menyalurkan LPG ke kompor, sehingga pemiliknya menyangka tabungnya kosong. Hal ini disebabkan oleh regulatornya tidak berfungsi optimal karena banyak endapan yang menyumbat saluran LPG.
  15. Lakukan pemeriksaan rutin sebulan sekali pada selang tabung.
  16. Letakkan tabung gas pada posisi berdiri tegak agar regulator dapat mengunci dengan baik.
  17. Jangan sekali- kali menyalakan api kalau tidak ada sesuatu yang dimasak diatasnya karena bisa menimbulkan bau gas walaupun hanya 5 detik.
  18. Jika mencium bau gas:
    • Segera matikan kompor gas dan alat listrik yang lain yang bisa menimbulkan percikan api.
    • Tutup katup regulator
    • Buka lebar-lebar pintu, jendela dan semua ventilasi. Jangan hanya membuka jendela saja karena gas elpiji lebih berat dari udara, sehingga posisi gas elpiji berada di sekitar permukaan lantai.
  19. Ruangan, baik dapur maupun ruangan lain di mana dinyalakan kompor gas, harus terbuka untuk menjaga agar bila ada kebocoran tidak terkumpul dalam ruangan tersebut. Bila masuk dapur atau ruangan tertutup dan tercium bau gas, jangan coba-coba menyalakan api baik lampu listrik (karena stop kontak listrik akan menimbulkan percikan api bila dinyalakan), membawa lilin yang menyala, apalagi bila menyalakan korek api/pemantik api, dan sebagainya.
  20. Jarak antara tabung gas jangan terlalu dekat dengan kompor dan sumber api lainnya. Ingat gas dapat segera menyambar api yang menyala atau percikan api (fonk)! (Jangan memakai kompor minyak tanah secara bersamaan dengan kompor gas elpiji dalam posisi yang terlalu dekat)
  21. Letakkan tabung gas elpiji 3 kg di bawah kompor gas, sehingga posisi tabung tidak sejajar dengan kompor.
  22. Bila pemantik api kompor gas tidak jalan karena rusak dan sebagainya. Jangan menyalakan api pada saat gas sudah terbuka, karena dengan membuka keran gas akan terkumpul sekitar  kompor dan gas yang terkumpul tersebut akan menyambar api, sehingga menimbulkan ledakan atau sambaran api yang besar. Sebaiknya membeli alat khusus pemantik api, untuk meyalakan kompor gas yang rusak penyalanya atau kopnya.
  23. Jika Gas Elpiji habis ditandai dengan api tidak dapat menyala meskipun knop kompor telah diputar untuk menyalakan pematik api dan tabung menjadi ringan.
  24. Cara melepaskan dan memasang Regulator pada tabung Elpiji 3 kg.:
    • Lepas Regulator dari tabung gas Elpiji kosong dengan memutar knop berlawanan arah jarum jam.
    • Pasang kembali regulator pada tabung yang berisi penuh.

Sumber:  http://kulinet.com/ , http://rusdygunawan.blogspot.com , http://intuisiblog.com/

About these ads